Ernesto Valverde Sanjung Performa Agresif Inter Milan

Ernesto Valverde memberi sanjungan penuh atas perform agresif Inter Milan. Peramu strategi FC Barcelona tersebut tidak sangsi untuk memuji permainan menyerang yang dipertunjukkan oleh beberapa pemain Inter Milan pada timnya saat sama-sama bertemu di set penyisihan Group B Liga Champions musim 2018 – 2019 di hari Rabu, 7 November 2018 awal hari kemarin (WIB). Dianya mengaku bila desakan yang dikasihkan Inter begitu menyusahkan posisi pertahanan Barcelona hingga pertandingan juga selesai dengan score 1 – 1. Di samping memuji berkaitan taktik menyerang dari tim didikan Luciano Spalletti itu, Valverde ikut dibikin terkesima dengan posisi pertahanan Inter Milan pada pertandingan yang berjalan di Stadion Giueseppe Meazza itu.

 

Oleh karena itu, FC Barcelona tampak begitu susah untuk tembus pertahanan Inter Milan serta cuma bisa melesakkan satu gol melalui tindakan Malcom di menit ke 83. Seperti yang diambil dari Sportskeeda di hari Rabu, 7 November 2018 lantas, Valverde menyebutkan beberapa pemain Inter Milan seakan memiliki taktik terbuka serta jelas, dimana mereka tetap menyerang serta begitu agresif dengan lakukan desakan untuk desakan. Pada pertemuan pertamanya, team tidak memberi banyak peluang buat mereka, akan tetapi di pertandingan malam hari ini mereka tidak mengerjakannya.

Peramu strategi yang telah masuk umur 54 tahun itu mengakui tidak tahu apakah yang akan berlangsung pada Inter Milan atau sesudah laga pada malam hari itu, akan tetapi yang tentu Inter ialah satu team yang pantas untuk diakui (di Liga Champions). Mereka diklaim telah memiliki DNA tidak mudah menyerah serta hal tersebut tentunya akan mereka jika saat akan berlaga kontra Tottenham Hostpur di pertandingan setelah itu. Dengan hasil imbang 1 – 1 itu, pada sekarang ini team yang ada dibawah didikan Ernesto Valverde itu tempati puncak klassemen Group B Liga Champions 2018 – 2019 dengan perolehan 10 point. Selain itu, Nerazzurri – yang disebut titel terkenal untuk Inter Milan – ada membayangi Barcelona dengan tempati tempat ke-2 dengan tujuh point.

Selain itu, arsitek Inter Milan, yaitu Luciano Spalletti, sudah sempat bercanda dengan menjelaskan jika timnya akan kalah 18-0 bila menyiapkan pertandingan seperti dalam Barcelona. Pendekatan dikit enjoy seperti yang dikerjakan oleh punggawa Blaugrana dipandang tidak pas diaplikasikan pada anak asuhannya. Spalletti memandang, beberapa pemain El Barca baru lakukan pemanasan 10 menit mendekati sepak mula pertandingan pertemuan pertama ke-2 team dua minggu lantas di Stadion Camp Nou. Ditambah lagi, anak asuh Ernesto Valverde sempat juga menjemput anak-anaknya di sekolah sebelum pergi ke arah stadion. Pengakuan itu lalu mendapatkan tanggapan langsung dari Ernesto Valverde yang menjawabnya dengan suara candaan.

Baca Juga :

Andre Silva Tidak Ingin Pergi Dari Milan

Andre Silva mengakui tidak mau pergi dari AC Milan. Sang pemain yang berkaitan tersebut diberitakan pilih untuk mengakhiri perjalanan karirnya dengan AC Milan untuk sesaat waktu, sesudah memerankan saat-saat buruknya pada musim tempo hari. Namun, nyatanya putusan untuk pergi tinggalkan San Siro Fase ialah satu keterpaksaan untuk dianya. Terdapatnya segudang keinginan yang tersemat diatas pundaknya sesudah dihadirkan dari FC Porto pada bursa transfer musim panas lantas memang cukuplah memberikan desakan besar. Namun benar-benar disayangkan sebab dianya tidak berhasil untuk penuhi harapan sebab cuma dapat cetak 10 gol dari 40 penampilannya di semua pertandingan.

Meskipun begitu, mandulnya Andre Silva di posisi depan bisa jadi karena oleh kurangnya peluang bermain. Walaupun tampil dalam 40 laga yang telah ditempuh awal mulanya, dia semakin banyak berperan serta dengan status pemain cadangan daripada starter. Walau tengah melakukan waktu – waktu sukses dengan tim Sevilla, tapi Andre Silva mengakui jika dirinyatak punya niat tinggalkan Rossoneri. Dia juga memliki keinginan besar agar bisa merengkuh harapan pentingnya jadi penyerang terunggul dengan club yang ada dibawah didikan pelatih Gennaro Gattuso itu. Seperti yang dikutip dari Marca, Silvamenerangkan bila dianya masih tetap berupaya keras menjadi penyerang terunggul dalam dunia.

Andre Silva mengatakan tidak ingin tinggalkan AC Milan, karena dianya ingin selalu bermain. Silva ingin mendapatkan peluang serta jadi Andre yang seperti dahulu kembali. Meskipun mengakui tidak ingin pergi dari Milan, akan tetapi pemain dari Portugal itu tidak menyesal pilih Sevilla menjadi club arah setelah itu. Justru dia memandang team asal Spanyol itu menjadi pilihan terunggul dari tersedianya pilihan yang ada. Dianya tentu membutuhkan banyaknya waktu bermain yang lebih serta telah memperoleh banyak pilihan ikut berkaitan hal tersebut. Dengan automatis Silva juga berkata ya pada penawaran Sevilla.

Pada sekarang ini, ada di sini dianya juga terasa meyakini benar – benar telah ambil satu putusan terunggul yang sangat sangat mungkin. Dengan tim Sevilla sampai selama ini, Andre Silva sukses mengoleksi tujuh gol dari 14 penampilannya di semua pertandingan. Bahkan juga dalam pertandingan kiprahnya, dia sukses cetak hattrick serta membawa Sevilla menang atas Rayo dengan score 4 – 1. Selain itu, AC Milan sendiri yang bermain di muka beberapa pendukungnya tidak berhasil membuahkan kemenangan waktu melawan FC Barcelona pada minggu ke 4 Liga Champions hari Rabu, 7 November 2018 pagi hari barusan (WIB). I Nerazzurri cuma dapat bermain imbang dengan score 1 – 1 waktu melawan team raksasa asal Spanyol itu.

Baca Juga :

Ernesto Valverde Sanjung Performa Agresif Inter Milan

Ernesto Valverde memberikan sanjungan penuh atas performa agresif Inter Milan. Peramu taktik FC Barcelona itu sendiri tak ragu untuk menyanjung permainan menyerang yang diperlihatkan oleh para pemain Inter Milan terhadap timnya ketika saling berhadapan di babak penyisihan Grup B Liga Champions musim 2018 – 2019 pada hari Rabu, 7 November 2018 dini hari lalu (WIB). Dirinya mengakui jika tekanan yang diberikan Inter sangat menyulitkan lini pertahanan Barcelona sehingga laga pun berakhir dengan skor 1 – 1. Di samping memberikan pujian terkait strategi menyerang dari skuad didikan Luciano Spalletti tersebut, Valverde juga dibuat terkesima dengan lini pertahanan Inter Milan pada laga yang berlangsung di Stadion Giueseppe Meazza itu.

Maka dari itu, FC Barcelona terlihat sangat sulit untuk menembus pertahanan Inter Milan dan hanya dapat melesakkan satu gol lewat aksi Malcom pada menit ke 83. Seperti yang dikutip dari Sportskeeda pada hari Rabu, 7 November 2018 lalu, Valverde menyebut para pemain Inter Milan seolah mempunyai strategi terbuka dan jelas, di mana mereka selalu menyerang dan sangat agresif dengan melakukan tekanan demi tekanan. Pada pertemuan pertamanya, tim tidak memberikan banyak kesempatan untuk mereka, namun di laga malam ini mereka tak melakukannya.

Peramu taktik yang sudah memasuki usia 54 tahun tersebut mengaku tak mengetahui apa yang akan terjadi pada Inter Milan atau setelah pertandingan di malam hari itu, namun yang pasti Inter adalah sebuah tim yang patut untuk diperhitungkan (di Liga Champions). Mereka diklaim sudah mempunyai DNA pantang menyerah dan hal itu tentu saja akan mereka bahwa pada saat akan bertanding kontra Tottenham Hostpur di laga selanjutnya. Dengan hasil imbang 1 – 1 tersebut, pada saat ini tim yang berada di bawah didikan Ernesto Valverde itu menempati puncak klasemen Grup B Liga Champions 2018 – 2019 dengan raihan 10 poin.

Sementara itu, Nerazzurri – yang merupakan gelar beken untuk Inter Milan – berada membayangi Barcelona dengan menempati posisi kedua dengan tujuh poin. Sementara itu, arsitek Inter Milan, yakni Luciano Spalletti, sempat bercanda dengan mengatakan kalau timnya akan kalah 18-0 jika mempersiapkan laga seperti halnya Barcelona. Pendekatan sedikit santai seperti yang dilakukan oleh penggawa Blaugrana dinilai tidak cocok diterapkan kepada anak asuhnya. Spalletti menilai, para pemain El Barca baru melakukan pemanasan 10 menit jelang sepak mula laga pertemuan pertama kedua tim dua pekan lalu di Stadion Camp Nou. Terlebih lagi, anak asuh Ernesto Valverde juga sempat menjemput anak-anaknya di sekolah sebelum pergi menuju stadion. Pernyataan itu kemudian mendapat respons langsung dari Ernesto Valverde yang juga menjawabnya dengan nada candaan.

Baca Juga :

 

Miralem Pjanic Siap Mneghadapi Skuad Setan Merah!

Miralem Pjanic mengaku sudah siap untuk menghadapi skuad Setan Merah di laga berikutnya. Sesuai jadwal yang sudah dirilis sebelumnya, Juventus akan menjamu Manchester United pada matchday ke 4 babak penyisihan Grup H Liga Champions musim 2018 – 2019, di Allianz Stadium, Kamis 8 November 2018, dini hari WIB. Jelang pertandingan penting itu, pemain Juventus, Miralem Pjanic memang sempat diragukan tampil akibat menderita cedera saat melawan Cagliari di Liga Italia. Meski begitu, pada saat dimintai konfirmasinya oleh para pemburu berita setempat, Pjanic langsung menepis kabar tersebut dengan mengungkapkan jika dirinya tak menderita cedera yang parah.

Miralem Pjanic juga ingin memastikan bahwa dirinya memang sudah siap untuk tampil membela Juventus pada pertandingan kontra Man United. Tentu saja dengan keberadaan Pjanic, maka lini tengah Juventus akan lebih kuat lagi saat menjamu tim asuhan Jose Mourinho itu di Turin. Sebagaimana yang dilansir dari Four Four Two pada hari Minggu, 4 November 2018 lalu, Pjanic mengklaim bahwa kondisinya semua baik – baik saja. Dirinya juga ingin memastikan diri sudah siap untuk melakoni pertandingan berikutnya melawan Manchester United. Tak ada cedera serius yang harus dikhawatirkan lebih lanjut sekarang ini.

Namun di atas itu semua, Pjanic tidak dapat memungkiri bagaimana dirinya sedikit mengalami kelelahan belakangan ini. Namun ia membantah sudah merasa sakit saat bermain sehingga bakal absen dalam pertandingan besar berikutnya nanti. Ia mengklaim akan tetap bersama – sama dengan rekan setimnya yang lain pada hari Rabu nanti untuk menghadapi Manchester United di laga lanjutan. Dalam pertandingan yang akan tersaji Kamis dini hari WIB itu, Juventus memang sudah lebih difavoritkan untuk memetic hasil kemenangan atas Man United. Selain karena akan bermain di kandang sendiri, Juventus pun memiliki keunggulan yaitu dengan menghasilkan kemenangan 1 – 0 atas Man United pada pertemuan pertama di Old Trafford.

Namun, The Old Lady – julukan beken untuk Juventus – tersebut pun harus berhati-hati terhadap performa dari tim asuhan Mourinho itu. Hal itu dikarenakan, Manchester Merah baru saja meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Bournemouth di Liga Inggris. Kemenangan pada pertandingan kontra Bournemouth itu bisa melecut semangat Man United untuk mengalahkan Juventus di Turin. Melihat pada kekuatan kedua tim pada saat ini, sejatinya Juventus lebih diungulkan untuk meraih kemenangan. Terlebih lagi, Juve mampu menundukkan Man United dengan skor 1 – 0 dalam pertemuan pertama kedua tim. Akan tetapi, Miralem Pjanic menyatakan bahwa Juventus pantang untuk meremehkan Man United meskipun saat ini timnya lebih diunggulkan.

Baca Juga :

Dejan Lovren Bisa Disamakan Dengan Silva, Varane, dan Van Dijk?

Dejan Lovren bisa disamakan dengan Silva, Varane, dan Van Dijk sekaligus? Salah satu pemain betahan milik skuad FC Liverpool tersebut menyebutkan bahwa dirinya dapat disamakan dengan tiga pemain terbaik versinya yang bermain di posisi yang sama, yaitu bek tengah. Menurut Dejan Lovren, ketiga pemain yang kini sedang level tertinggi ialah Thiago Silva, Raphael Varane, dan rekan setimnya di Liverpool, Virgil van Dijk. Sebagaimana yang dilansir dari Daily Star, Lovren menuturkan bila Thiago Silva, Raphael Varane, dan Virgil van Dijk masuk ke dalam kriteria bek terbaik saat ini.

Semua sesi latihan di Liverpool tidak ada ubahnya seperti mimpi buruk menurut penilaiannya! Di samping ketiga pemain tersebut, Lovren juga menyebut dirinya sebagai salah satu dari lima bek yang sedang berada di top perfoma. Keberanian Lovren untuk menyebut dirinya sebagai salah satu bek terbaik tak lepas dari performa gemilangnya musim lalu. Lovren sendiri sudah menunjukkan performa yang maksimal baik ketika sedang bermain di level klub maupun tim nasional. Bersama Liverpool, Lovren mampu mencapai final Liga Champions pada musim lalu. Sementara itu, hanya berselang dua bulan kemudian, Lovren di antaranya mampu mengantar timnas Kroasia melaju hingga final Piala Dunia 2018.

Akan tetapi, prestasi yang sudah berhasil dicapai oleh Lovren tersebut dalam fakta yang ada justru tidak dilengkapi juga dengan piala karena Liverpool maupun timnas Kroasia hanya membawa pulang posisi runner-up. Ketika banyak orang telah menjagokan Luka Modric, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi meraih Ballon d’Or, bek timnas Perancis, Benjamin Parvard, justru memilih kompatriotnya, Raphael Varane. Kesuksesan Varane dalam mengawinkan gelar Liga Champions dan Piala Dunia 2018 menjadi alasan Parvard. Menurut penilaiannya, Varane merupakan pria yang sangat hebat dan professional. Dilansir dari salah satu media kenamaan asal Perancis, yakni Telefoot, dirinya mengungkapkan jika karier sang pemain yang bersangkutan itu sendiri memang sudah dibanjiri banyak trofi.

Sebagai informasi tambahan, dirinya bahkan telah berhasil menggondol trof Piala Dunia dan Liga Champions musim lalu. Jadi ia layak memenangi Ballon d’Or, saya harap pemenangnya adalah pemain Perancis. Dukungan besar terhadap Varane tergolong langka karena pemain depan dan gelandang masih menjadi lumbung perhatian untuk dijagokan memenangai penghargaan tersebut. Modric lebih banyak dijagokan tahun ini karena baru saja menerima penghargaan terbaik dunia versi FIFA dan UEFA.

Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo juga tetap difavoritkan karena torehan gol dan gelar di level klub. Di mana ketiga pemain tersebut akan bersaing dengan Mohamed Salah, Antoine Griezmann dan Kylian Mbappe yang juga mempunyai peluang besar. Sementara itu, walaupun sudah kalah populer dari nama-nama sebelumnya, Varane masih bisa berharap jika melihat kisah Fabio Cannavaro tahun 2006. Cannavaro merupakan nama pemain belakang terakhir yang meraih Ballon d’Or. Di tahun 2006, Cannavaro mendapatkan gelar itu setelah membawa negara kebanggaannya, yakni tim nasional Italia untuk merenguh gelar juara Piala Dunia 2006.

Baca Juga :

Leonardo Araujo Pastikan Gattuso Tetap Tangani Milan!

Leonardo Arauji memastikan Gennaro Gattuso tetap menangani AC Milan. Direktur Olahraga AC Milan membantah kabar pelatih Gennaro Gattuso akan dipecat. Menurut Leonardo Araujo, Gennaro Gattus, masih memperoleh support penuh dari klub dan manajemen sehingga kecil kemungkinan pelatih yang memiliki julukan Rino itu akan meninggalkan AC Milan.Secara tegas pria bernama panjang Leonardo Nascimento de Araujo tersebut mengklaim, kabar yang berasal dari luar lingkungan klub tentu saja bisa disebut sebagai sebuah pernyataan yang sangat tak mendasar. Seperti dilansir dari BolaSport.com, ia menerangkan hal itulah yang menyebabkan mengapa pihaknya tidak mempertimbangkan untuk menyangkal mereka, sebab Rino tahu bahwa ia mendapat dukungan penuh dari klub dan manajemen.

Leonardo Arauji yang selagi aktif berprofesi sebagai pemain memiliki posisi gelandang sayap itu merasa sangat yakin atas perkataannya tersebut. Sebelumnya, memang beredar isu mengenai pemecatan Gennaro Gattuso setelah firma investasi asal Amerika Serikat, Elliott Management, mengambil alih kepemilikan saham mayoritas sejak bulan Juli pada tahun ini. Pihak Elliott Management sendiri disebut – sebut ingin segera merestrukturisasi AC Milan agar kembali bergairah merengkuh juara, sekaligus menjadi klub yang menguntungkan jika ditinjau dari segi ekonomi. Ambisi besar tersebut dapat dilihat secara jelas setelah mereka merekrut mantan CEO Arsenal, yakni Ivan Gazidis sebagai salah satu dewan direksi AC Milan.

Kabar pemecatan sang peramu taktik yang bersangkutan itu pun semakin panas saja pada saat tim berjuluk I Diavolo kalah beruntun dalam dua laga terakhirnya. Menurut penilaian Andrea Pirlo, aktor yang membuat mereka takluk adalah Inter Milan (0-1) pada pekan kesembilan Liga Italia dan Real Betis (1-2) dalam laga Liga Europa, Kamis (25/10/2018). Akan tetapi, hasil kemenangan yang dipetik dengan skor tipis 3 – 2 AC Milan atas Sampdoria pada Senin, 29 Oktober 2018, seolah langsung membuka harapan Rino untuk terus membesut Si Merah Hitam. Taji pria 40 tahun itu akan kembali diuji saat AC Milan menjalani pertandingan tunda Liga Italia melawan Genoa, tepatnya pada hari Kamis 1 November 2018 dini hari pukul 02.30 WIB di Stadion San Siro Pirlo, sebagai salah satu pemain legendaris timnas Italia memberikan dukungan penuh pada kepemimpinan pelatih Gennaro Gattuso di AC Milan.

Pirlo merasa yakin jika Gattuso memang benar – benar layak untuk terus menakhodai AC Milan. Pirlo yang juga rekan setim sang pelatih saat bermain untuk AC Milan, menilai bahwa Rossoneri arahan Gattuso memainkan sepak bola yang apik. Hal itu diungkapkan olehnya seusai merengkuh kemenangan 3 – 2 AC Milan atas Sampdoria dalam lanjutan laga Liga Italia pekan ke 10 itu. Ia mengklaim, apa yang diinginkan oleh pihak manajemen klub dari Rino (sapaan Gattuso), untuk memenangi setiap laga sudah pasti akan sangat berat untuk dilakukan. Pirlo menyaksikan Rossoneri menang atas Sampdoria di TV dan ia benar – benar yakin jika segenap pemain memang sudah menunjukkan permainan sepak bola yang bagus untuk merespons dengan determinasi hebat setelah tertinggal.

Pertanyataan dari eks gelandang tengah elegan tersebut memang berkaitan erat dengan jalannya pertandingan AC Milan melawan Il Samp. Berunjuk gigi di depan dukungan para fans setianya sendiri, San Siro Stadium, mereka mampu unggul terlebih dahulu melalui Patrick Cutrone pada menit 17. Hanya saja, keunggulan pasukan Gattuso tak berselang lama setelah tim tamu berbalik karena dua gol Riccardo Sapponara (21′) dan Fabio Quagliarella (31′). Tetapi I Diavolo pantang menyerah hingga kembali melesakkan gol lewat Higuain di menit 36 serta perjuangan Suso di babak kedua saat baru berlangsung 17 menit.

Baca Juga :

Jadon Sancho Senang Dapat Banyak Jatah Bermain di Dortmund

Jadon Sancho merasa sangat senang bisa bisa mendapatkan banyak jatah bermain di Borussia Dortmund. Sang pemain yang bersangkutan itu sendiri baru saja menyampaikan factor pendorongnya ingin menandatangani surat perpanjangan kontrak. Jadon Sancho mengungkapkan dengan tegas jika banyaknya waktu bermain di Borussia Dortmund membuat dia bersedia melanjutkan komitmen merumput di Signal Iduna Park.

Menurut penilaiannya, semua orang tentu saja bisa melihat dengan jelas kenapa saya ingin bertahan. Di mana dirinya sudah cukup puas karena mendapat banyak waktu bermain dan itu hal penting untuk pemain seusia saya agar bisa berkembang. Pria berumur 18 tahun itu sendiri memang mengaku tidak mengetahui secara pasti bagaimana masa depannya nanti, namun satu hal terpenting adalah dirinya merasa sangat bahagia sekarang ini.

Sementara itu, Direktur Olahraga Borussia Dortmund, yakni Michael Zorc, menyambut gembira keputusan Sancho tersebut. Zorc mengungkapkan rasa percayanya bila Sancho dapat bermain bersama – sama dengan klub dalam jangka waktu yang sangat lama. Sebab dirinya akan tetap memiliki alasan kuat untuk bertahan. Jadon Sancho menandatangani perpanjangan kontrak di Borussia Dortmund hingga 2022 tanpa klausul pelepasan di kontrak barunya. Penampilan eks pemain Manchester City tersebut memang impresif. Dia sudah tampil 14 kali di semua ajang kompetisi pada musim 2018 – 2019 serta menghasilkan total lima gol untuk Die Borussen.

Tercatat 4 gol di antaranya yang sudah berhasil diciptakan sang pemain belia yang bersangkutan itu sendiri dalam ajang bergengsi Liga Jerman. Sancho juga terbukti bisa diandalkan dalam urusan membantu rekan setim mencetak gol karena dia sudah membukukan 6 assist selama musim 2018 – 2019 bergulir. Sementara itu, salah satu striker Manchester City, yakni Raheem Sterling sendiri tidak merasa segan untuk memuji pemain tim rivalnya. Ia melihat kerendahan hati serta kerja keras penyerang Borussia Dortmund, Jadon Sancho, adalah resep sempurna menuju sukses. Atas dasar itulah, Sterling tak merasa heran jika Jodan Sancho yang masih berumur 18 tahun itu bisa dengan mudah menjadi pemain internasional.

Jadon Sancho disebutkan olehnya sebagai seorang pemain sepak bola dengan talenta yang sangat luar biasa dan seseorang yang sudah ia pikirkan semenjak pertama kali melihatnya berlatih bersama di pra musim lalu bersama dengan Manchester City. Sebagaimana yang dilansir dari Four Four Two, Raheem Sterling mengaku sudah mengenalnya dengan baik dan dia adalah seseorang yang sangat rendah hati, tetapi saat di lapangan, dia ingin menunjukkan kelebihannya sehingga hal tersebut patut diberi acungan jempol sekarang ini. Di samping itu, Sterling juga memuji keberanian Sancho yang pada usia muda memilih merantau ke Jerman sejak tahun lalu. “Untuk seseorang yang masih muda, pergi merantau menjadi kredit tersendiri.

Tentu saja pergi merantau sejak usia belia menunjukkan banyak hal mengenai kepribadian. Dia bisa dengan mudah bertahan di City, tetapi dia melihat dirinya lebih berkembang saat merantau,” ucap Sterling. Menurut keterangannya, pria kelahiran Camberwell, Britania Raya pada tanggal 25 Maret 2000 tersebut sudah berada di Jerman dan saat Anda seusia itu, mungkin itu adalah sesuatu yang Anda butuhkan agar bisa berkonsentrasi lebih pada sepak bola. Saya senang untuknya. Sancho sendiri menjadi pemain muda yang membela timnas Inggris pada saat melawan Kroasia, Jumat lalu. Bersama Dortmund, pemain 18 tahun itu sudah membukukan satu gol dan 6 asisst dalam 7 laga di Liga Jerman.

Baca Juga :

Jurgen Klopp terinspirasi oleh haka Selandia Baru

Manajer Liverpool Jurgen Klopp mengatakan dia senang untuk mengambil beberapa tips dari tim liga rugby Selandia Baru tur. Kiwi mengunjungi fasilitas pelatihan Liverpool di Melwood, di mana mereka berlatih dan makan bersama para pemain Liga Primer, sebagai bagian dari persiapan mereka untuk Test kedua hari Minggu melawan Inggris di Anfield. Klopp, yang bercakap-cakap dengan pelatih kepala Selandia Baru Michael Maguire dan disajikan dengan kaus Kiwi dengan menyangga maju Jesse Bromwich, menyaksikan pada saat para turis melakukan Haka di kantin. “Itu luar biasa,” kata Klopp.

“Mereka adalah sekelompok pria olah raga sejati, saya pikir ini adalah yang ketiga kalinya sekarang kami memiliki kesempatan untuk menjadi tuan rumah mereka. “Ini sangat keren. Mereka memiliki sesi yang bagus, saya harap. Mereka selalu diterima. “Kami adalah klub yang sangat terbuka, kami terbuka untuk belajar dari olahraga yang berbeda. “Saya tertarik sebenarnya. Jelas olahraga ini sangat berbeda tetapi masih menarik untuk berbicara dan mengobrol. Saya sangat menikmatinya.”

Pemain utilitas Selandia Baru Gerard Beale, yang juga di antara turis 2015 dan 2016 yang mengunjungi Melwood, mengatakan: “Setiap kali itu istimewa. “Ini adalah hak istimewa untuk dapat datang ke rumah Liverpool dan berbagi fasilitas mereka. Untuk mencampur dan bergaul dan menggosok bahu dengan beberapa pemain benar-benar istimewa. “Mereka setenar, dengan orang-orang seperti Mo Salah, tetapi hal terbesar adalah melihat seberapa tulus dan mudah didekati mereka. “Sungguh keren bahwa kita dapat berbagi Haka dengan mereka dan kami melakukan sesi yang baik sehingga semangat pasti ada di sana.”

Baca Juga :

Saya telah menemukan kelompok yang kesakitan

Pelatih interim Real Madrid, Santiago Solari, mengatakan skuad itu melukai tetapi bertekad untuk membalikkan awal buruk mereka untuk musim ini. Julen Lopetegui dipecat pada hari Senin, setelah empat setengah bulan bertugas, dan digantikan oleh pelatih tim Madrid B Solari, yang menghadapi media untuk pertama kalinya pada hari Selasa. “Saya telah menemukan kelompok dalam kesakitan tetapi ingin memulai dan membalikkan situasi,” kata Solari setelah mengawasi sesi latihan pertamanya. “Ini adalah kelompok juara dan pejuang, itu bukan situasi yang paling mudah, tetapi saya melihat mereka ingin memutarnya.”

Madrid adalah kesembilan di La Liga setelah kalah 5-1 oleh Barcelona pada hari Minggu. Tugas awal Solari adalah pertandingan melawan ikan mini tingkat ketiga Melilla di leg pertama pertandingan Copa del Rey pada babak 32 besar pada hari Rabu. Solari mengatakan, perjalanan ke daerah otonomi kecil Spanyol di Afrika Utara adalah kesempatan untuk kembali ke jalurnya. “Idenya adalah pergi ke Melilla dan menunjukkan banyak karakter. Saya memiliki harapan besar. Bekerja di Madrid adalah peluang besar. ” Solari akan berharap bahwa ia dapat mengikuti jejak Zinedine Zidane yang juga melangkah dari pelatih tim B setelah Rafael Benítez dipecat pada Januari 2016.

Zidane membawa Madrid meraih tiga kemenangan beruntun Liga Champions tetapi Solari tidak mendorong perbandingan dengan petenis Prancis itu. “Kami harus meninggalkan Zidane dengan damai, dia adalah salah satu legenda terbesar di Madrid. Zizou tidak bisa dideskripsikan, kita harus meninggalkannya sendirian dalam kehebatannya.

” Solari, yang bergabung dengan Real dari rival sekota mereka Atletico pada tahun 2000, bermain bersama Zidane di lini tengah Madrid antara 2001 dan 2005, sebelum pindah ke Internazionale. Mantan pemain internasional Argentina kembali ke Madrid pada 2013 untuk memimpin salah satu tim muda sebelum dipromosikan menjadi pelatih tim B pada 2016.

Baca Juga :

 

Toni Kroos Sesali Pemecatan Lopetegui

Toni Kroos sangat menyesali pemecatan Julen Lopetegui oleh pihak manajemen El Real. Salah satu gelandang milik Real Madrid tersebut mengungkapkan perasaan kecewanya baru – baru ini ketika mendengar keputusan petinggi klub berjulukan Los Blancos tersebut yang melengserkan Julen Lopetegui dari jabatan kursi kepelatihan di Estadio Santiago Bernabeu. Pasalnya, pemain berkebangsaan Jerman itu sendiri menilai, langkah tersebut justru menyebabkan perjalanan para pemain Madrid menjadi semakin sulit saja ke depannya nanti.

Sebagaimana yang dilansir dari situs resmi klub, Madrid secara resmi memecat Lopetegui pada hari Senin, 29 Oktober 2018 waktu setempat lalu. Seolah tak membutuhkan waktu lama, sebab pihak manajemen klub Sudha menunjuk pelatih tim Castilla, yakni Santiago Solari untuk menjadi pelatih sementara. Menurut penilaian Kroos, pemecatan Lopetegui bukan solusi yang tepat. Justru dirinya menilai, putusan para petinggi klub itu semakin menambah penderitaan para pemain yang belum beranjak dari tren negatif. Melalui akun Twitter pribadi, Kroos mengungkapkan kekecewaannya. Pria yang sekarang ini sudah memasuki usia 28 tahun tersebut mengklaim, kekalahan terbesar untuk para pemain ialah pada saat pelatih Julen Lopetegui pergi dari klub.

Terutama dalam hal ini karena ia adalah pelatih hebat dan pribadi yang menakjubkan. Di atas itu semua, Kroos pun tidak lupa untuk mengucapkan rasa terima kasih sebesar-besarnya untuk Julen. Hal ini sekaligus menjadi penegasan bahwa pemain asal Jerman tersebut sebenarnya mendukung Lopetegui untuk tetap bertahan di Madrid. Dirinya mendukung meski pada beberapa kesempatan yang lalu, Kroos sempat mengeluh lantaran kerap dimainkan di posisi yang kurang ideal, yaitu gelandang bertahan. Memang, bila dilihat dari posisi aslinya secara natural ia adalah gelandang tengah. Fenomena pemecatan Lopetegui membuat Los Blancos kehilangan juru taktik untuk kali ke 8 dalam 10 tahun terakhir ini.

Pria berumur 52 tahun itu praktis hanya menjabat selama 139 hari saja terhitung sejak resmi dilantik pada 12 Juni 2018. Sementara Solari sendiri akan bertindak sebagai pelatih sementara sebelum klub menentukan pelatih permanen dalam 14 hari ke depan. Toni Kroos kemudian menuliskan kata – kata perpisahannya kepada sang peramu taktik. Kroos yang sedari awal sempat merasa tidak cocok dengan peran yang dia mainkan dalam pola permainan Lopetegui tetap menyebut sang pelatih sebagai sosok yang hebat. Pada jaman kepelatihan Zidane, Kroos bermain lebih banyak sebagai penyeimbang tim. Di mana dirinya berfungsi sebagai gelandang murni yang menjadi jembatan antara lini belakang dan lini depan.

Tetapi di era Lopetegui, Kroos mendapat tugas lebih berat. Bukan hanya sebagai penyeimbang tim, kemampuannya dalam memberikan umpan akurat membuat Lopetegui juga memberikannya tugas membantu Luka Modric dalam mengkreasikan serangan. Kross sendiri sempat mengungkapkan jika dirinya memang merasa tidak nyaman dengan peran barunya itu. Walau demikian, dia tetap memuji sang pelatih dalam kata perpisahannya. Menurut Kroos, Julen adalah seorang manajer hebat dan pribadi yang luar biasa. Sementara itu, diketahui bahwa Kross menjadi pemain Real Madrid kedua yang mengucapkan kata perpisahan kepada Lopetegui. Pasalnya pemain pertama yang mengucapkan perpisahan kepada eks pelatih Timnas Spanyol itu ialah Mariano Diaz.

Baca Juga :