Ligue 1 menderita lebih banyak masalah saat para rival

Montpellier Stade de la Mosson mengagumkan dikemas untuk kunjungan saingan lokal baru yang dipropagandakan Nîmes pada Minggu sore tapi Podium Heidelberg, tribun yang menyimpan group ultra Montpellier Butte Paillade 91, kehilangan totemnya yang sangat menonjol. Banner yang menyandang nama group serta umumnya berdiri dengan bangga diatas tingkat bawah sudah dicuri. Akan tetapi, dengan 10 menit tersisa dari apakah yang sudah jadi penampilan Montpellier yang ganas, banner yang hilang muncul kembali – tapi di ujung lainnya stadion. Sampai minggu ini, Derby du Languedoc sudah dilupakan oleh sejumlah besar orang diluar lokasi itu, satu lokasi yang umumnya lebih populer untuk rugby.

Walau pertarungan sudah seru di waktu lantas – suatu yang digarisbawahi oleh 400 polisi di tangan pada laga – ke-2 club belumlah berjumpa di Ligue 1 saat 25 tahun atau dalam pertandingan apapun saat hampir satu dekade. Ketegangan pada ke-2 grup sudah memanas. Fans Nîmes terserang oleh supporter Montpellier pada bulan Mei saat mereka kembali dari perjalanan Ligue 2 ke Lorient, konon adalah tanggapan pada pengagum Nîmes yang masuk ke La Mosson pada November kemarin. Setelah itu, sejumlah besar pengagum Nîmes dilarang melancong ke laga, dengan 605 pengagum yang dijatuhi sangsi untuk dikasihkan pengawalan polisi ke La Mosson.

Baca Juga : “Itu sangat dekat”: momen geser Pochettino dan Messi

Kecemasan kekerasan diluar tanah masih ada, bagaimana juga, sesudah sekumpulan pengagum Montpellier berteriak serta “bunuh mereka!” Pada session latihan minggu ini. Kedua pihak jarang berjumpa, tapi pertemuan waktu lantas sudah meningkatkan tingkat mitos. Poker Online Terpercaya Pertemuan mereka yang sangat populer berlangsung di semi final Piala Prancis pada 1996, saat presiden Montpellier yang populer Louis Nicollin menyampaikan akan kembali pada rumah dengan menunggang kuda bila timnya kalah. Nîmes mengamankan kemenangan 1-0 yang populer serta, sesaat Nicollin tidak naik lewat berjalan-jalan Nîmes, komentarnya mengilhami lagu pop Prancis yang populer oleh Ricoune.

Pertemuan mereka di hari Minggu memberi lebih dikit komedi. Penundaan panjang pertama hadir sesudah Ambroise Oyongo buka score untuk Montpellier di set pertama. Waktu rayakan gol, anggota Butte Paillade tumpah ke lapangan sebab pagar yang memisahkan mereka dari lapangan roboh. Dua fans terluka dalam adegan mengerikan yang memperingatkan pada insiden di Amiens musim kemarin, dimana 30 pengagum Lille terluka. Penundaan ke-2 – lagi berjalan lebih dari 10 menit IDN Poker Indonesia hadir mendekati akhir set ke-2. Dengan Montpellier menang 3-0 serta laga mereda, grup simpatisan Nîmes Gladiator meluncurkan sisi dari banner yang dicuri, memprovokasi pengagum tuan-rumah untuk menjarah pagar di belakang gawang dalam kemarahan. Polisi anti huru hara mesti memakai semprotan merica untuk menghambat perkembangan mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *