Toni Kroos Sesali Pemecatan Lopetegui

Toni Kroos sangat menyesali pemecatan Julen Lopetegui oleh pihak manajemen El Real. Salah satu gelandang milik Real Madrid tersebut mengungkapkan perasaan kecewanya baru – baru ini ketika mendengar keputusan petinggi klub berjulukan Los Blancos tersebut yang melengserkan Julen Lopetegui dari jabatan kursi kepelatihan di Estadio Santiago Bernabeu. Pasalnya, pemain berkebangsaan Jerman itu sendiri menilai, langkah tersebut justru menyebabkan perjalanan para pemain Madrid menjadi semakin sulit saja ke depannya nanti.

Sebagaimana yang dilansir dari situs resmi klub, Madrid secara resmi memecat Lopetegui pada hari Senin, 29 Oktober 2018 waktu setempat lalu. Seolah tak membutuhkan waktu lama, sebab pihak manajemen klub Sudha menunjuk pelatih tim Castilla, yakni Santiago Solari untuk menjadi pelatih sementara. Menurut penilaian Kroos, pemecatan Lopetegui bukan solusi yang tepat. Justru dirinya menilai, putusan para petinggi klub itu semakin menambah penderitaan para pemain yang belum beranjak dari tren negatif. Melalui akun Twitter pribadi, Kroos mengungkapkan kekecewaannya. Pria yang sekarang ini sudah memasuki usia 28 tahun tersebut mengklaim, kekalahan terbesar untuk para pemain ialah pada saat pelatih Julen Lopetegui pergi dari klub.

Terutama dalam hal ini karena ia adalah pelatih hebat dan pribadi yang menakjubkan. Di atas itu semua, Kroos pun tidak lupa untuk mengucapkan rasa terima kasih sebesar-besarnya untuk Julen. Hal ini sekaligus menjadi penegasan bahwa pemain asal Jerman tersebut sebenarnya mendukung Lopetegui untuk tetap bertahan di Madrid. Dirinya mendukung meski pada beberapa kesempatan yang lalu, Kroos sempat mengeluh lantaran kerap dimainkan di posisi yang kurang ideal, yaitu gelandang bertahan. Memang, bila dilihat dari posisi aslinya secara natural ia adalah gelandang tengah. Fenomena pemecatan Lopetegui membuat Los Blancos kehilangan juru taktik untuk kali ke 8 dalam 10 tahun terakhir ini.

Pria berumur 52 tahun itu praktis hanya menjabat selama 139 hari saja terhitung sejak resmi dilantik pada 12 Juni 2018. Sementara Solari sendiri akan bertindak sebagai pelatih sementara sebelum klub menentukan pelatih permanen dalam 14 hari ke depan. Toni Kroos kemudian menuliskan kata – kata perpisahannya kepada sang peramu taktik. Kroos yang sedari awal sempat merasa tidak cocok dengan peran yang dia mainkan dalam pola permainan Lopetegui tetap menyebut sang pelatih sebagai sosok yang hebat. Pada jaman kepelatihan Zidane, Kroos bermain lebih banyak sebagai penyeimbang tim. Di mana dirinya berfungsi sebagai gelandang murni yang menjadi jembatan antara lini belakang dan lini depan.

Tetapi di era Lopetegui, Kroos mendapat tugas lebih berat. Bukan hanya sebagai penyeimbang tim, kemampuannya dalam memberikan umpan akurat membuat Lopetegui juga memberikannya tugas membantu Luka Modric dalam mengkreasikan serangan. Kross sendiri sempat mengungkapkan jika dirinya memang merasa tidak nyaman dengan peran barunya itu. Walau demikian, dia tetap memuji sang pelatih dalam kata perpisahannya. Menurut Kroos, Julen adalah seorang manajer hebat dan pribadi yang luar biasa. Sementara itu, diketahui bahwa Kross menjadi pemain Real Madrid kedua yang mengucapkan kata perpisahan kepada Lopetegui. Pasalnya pemain pertama yang mengucapkan perpisahan kepada eks pelatih Timnas Spanyol itu ialah Mariano Diaz.

Baca Juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *